”KALOTOK SIANGKARAN” Siap Sertifikasi Penangkar Bibit Kakao

Para pembibit yang ada dii Desa Kalotok mengikuti Lokalati Membangun Usaha Pembibitan yang Bersertifkasi dan Berkualitas yang dilaksanakan pada tanggal 30-31 Oktober 2017. Dihadiri 30 orang yang berasal dari pelaku usaha pembibitan, pemdes dan serta penyuluh desa.

Narasumber yang hadir pada kegiatan tersebut, Ir Rosmi Kepala UPT Pembibitan Dinas Perkebunan Sulsel yang mewakili Kadis Perkebunan Sulsel yang menyampaikan materi ‘’Sinergitas program dan kebijakan perkakaoan di level nasional, provinsi dan kabupaten,’’ Ir. Baharuddin (BP2MD Sulsel) menyampaikan mengenai prosedur mendapatkan sertifikasi penangkar bibit kakao, dan Ir Imran Kabid Perkebunan Luwu Utara yang membahas kebijakan perkakaoan di Luwu Utara yang terkait dengan revolusi kakao.

Harapan dari kegiatan ini adalah mendukung Kabupaten Luwu Utara sebagai Sentra Pengembangan Kakao di Indonesia sesuai Permentan 45 Tahun 2015, dan mempersiapkan revolusi kakao dengan memulai dari pengembangan penangkar bibit bersertifikat, serta meningkatkan kapasitas petani pembibit dalam menghasilkan bibit yang berkualitas dan bersertifikat.

Kepala Desa Kalotok Drs Jusman menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini yaitu: meningkatnya  kapasitas dan kemampuan teknis masyarakat  Desa Kalotok terutama pelaku pembibitan untuk menghasilkan bibit yang berkualitas dan bersertifikasi. Meningkatnya pengetahuan masyarakat/pelaku pembibitan mengenai prosedur dan tahapan pengurusan sertifikasi penangkar bibit. Adanya kesepakatan dan kesediaan pemerintah atau instansi terkait untuk memfasilitasi penerbitan sertifikat penangkar bagi pelaku pembibitan di Desa Kalotok. Dan diharapkan ada masukan dan dukungan dari pihak-pihak terkait terhadap rencana pengembangan usaha pembibitan di Desa Kalotok

Kepala UPT Pembibitan, Rosmi Kantao mendukung niat penangkar bibit di Desa Kalotok yang tergabung dalam Lembaga Ekonomi Desa ‘’Kalotok Siangkaran’’ mau menjadi penangkar yang profesional. ‘’Pemerintah siap membantu memfasilitasi kebutuhan penangkar. Silahkan dilengkapi persyaratannya kemudian dikirim ke kami untuk diterbitkan rekomendasi. Nanti akan dibantu oleh Pak Burhanuddin untuk penyiapan kelengkapannya,’’ katanya.

Selain itu, dilakukan praktek sambung pucuk dan berbagi pengalaman oleh para pembibit mengenai teknik okulasi dan pemeliharan bibit sampai memasuki penyaluran.  (*)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan