Perempuan Perkuat ”Lembaga Ekonomi Masyarakat Kalotok Siangkaran”

Perempuan di Desa Kalotok tidak tinggal diam membangun Lembaga Ekonomi Masyarakat Kalotok Siangkaran atau disingkat LEM KASI.  Mereka yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga melibatkan diri dalam pengurus lembaga ekonomi. Selain menjalankan usaha peternakan lebah trigona, juga membantu suami dan terlibat pada aktivittas pembibitan kakao.

Pemandangan yang sedikit berbeda dari tempat lain, pada sore hari perempuan di Desa Kalotok ramai di lokasi pembibitan. Mulai dari mengisi polybag, memeihara bibit, sampai mensortir bibit yang siap disalurkan ke beberapa tempat di sekitar desanya.

Sejak terbentuknya LEM Kalotok Siangkaran, ibu-ibu rumah tangga ini,  menujukkan perannya dalam usaha ekonomi pembibitan coklat dan ternak lebah trigona.   Selain mengurusi anak dan dapur mereka juga mengambil peran-peran yang sangat membantu usaha ekonomi kelompok.

Kemiskinan adalah sebuah musuh atau kondisi yang perlu dilawan sebab bisa mengarahkan setiap orang untuk melakukan kejahatan.  Untuk melawan kejahatan ini diperlukan kesadaran kolektif dan gerakan terorganisir melalui  berkelompok. Prinsip itu harus ada pada setiap anggota kelompok.

Sekretaris Desa Kalotok, Takdir mengatakan, kesadaran berkelompok melawan kemiskinan itu menjadi filosofi dari nama “Siangkaran” yang berarti ”Bangkit Bersama” yang diaplikasikan dengan mengorganisir diri dan berkelompok demi mencapai kesejahteraan bersama.

Susah atau senang, kata Takdir, akan dijalani dalam berkelompok sebagai usaha bersama. Bukan hanya untuk memperoleh sumber ekonomi tapi juga mengangkat martabat setiap orang,.

”Baik saja belum cukup, tapi harus di topang dengan berkelompok. Ibarat dinding, begitulah masyarakat agar kuat harus saling menopang dalam sebuah kelompok. Saling terikat pada kesadaran dan tujuan bersama,” jelas Takdir.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan