Profil Desa

MENGENAL DESA KALOTOK  
KECAMATAN SABBANG KABUPATEN LUWU UTARA

Posisi dan Letak Desa Kalotok
Secara Geografis wilayah Administrasi Desa Kalotok terletak LS: 020 39’ 27,7”- 020 44’ 30,8” BT: 1200 07’ 12,9” – 1200 12’ 35,1”.

Dalam sejarahnya, Kalotok adalah sebuah dusun dari Desa Buangin, yang kemudian dimekarkan sebagai desa persiapan pada tahun 1985. Demikian pula dengan Desa Pompaniki yang dimekarkan sebagai Desa Persiapan pada tahun 1993.

Desa Kalotok merupakan pemekaran dari Desa Buangin. Batas desa meliputi:
• Utara dengan Desa Kampung Baru
• Timur dengan Desa Batualang
• Selatan dengan Desa Pompaniki
• Dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tandung dan Pararra

Jarak dari desa ke Kecamatan 16 km dan Kabupaten adalah 31 km dengan waktu tempuh 30 menit.

Desa Kalotok terdiri dari 7 Dusun yakni Dusun Kalotok I, Dusun Kalotok II, Dusun Lagego, Dusun Pelendongan, Dusun Pasolokan, Dusun Sambero dan Dusun Tonangka dengan jumlah penduduk 2.362 jiwa yang terdiri dari 504 KK dengan luas wilayah adminitrasi 4.500 hektar.

Kondisi alam desa Kalotok adalah rawa, tanah rata, dan pegunungan yang masih banyak tedapat hutan (termasuk dalam kawasan hutan lindung dan hutan produksi). Jalan menuju desa ini adalah dengan menempuh jalan Trans Sulawesi, dan memiliki jalan antar dusun terdapat jalan aspal, rabat beton, dan jalan tanah.

Penduduk desa Kalotok mayoritas hidup bertani dan berkebun. Sebagai penghasilan tambahan, masyarakat Adat Kalotok juga mengembangkan usaha ternak sapi, kerbau dan ayam, yang dijalankan secara tradisional (tidak dikandangkan) melainkan di lepas di hutan, kebun atau pekarangan warga.

Susunan Pejabat Organisasi Pemerintahan Desa Kalotok

NO. NAMA JABATAN
1 Drs. Jusman Kepala Desa
2 Takdir Jabir Sekretaris Desa
3 Maksum Kepala Dusun Kalotok I
4 Sumariadi Kepala Dusun Kalotok II
5 SamsinarWaris Kepala Dusun Lagego
6 Tamrin Randan Kepala Dusun Pelendongan
7 Nasir Kepala Dusun Pasolokan
8 Hamirdat Kepala Dusun Sambero
9 Abdi Haswil Kepala Dusun Tonangka

 

Visi Desa Kalotok

“TERBANGUNNYA TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK DAN GUNA MEWUJUDKAN DESA KALOTOK YANG ADIL, MAKMUR DAN SEJAHTERA “

Misi Desa Kalotok
1. Melakukan reformasi system birokrasi di jajaran aparatur pemerintah desa guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat .
2. Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, terbebas dari korupsi serta bentuk-bentuk penyelewengan lainnya.
3. Meningkatkan perekonomian masyarakat untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik dan layak.

Kebijakan Umum Desa Kalotok
a. Bidang Pemerintahan
1. Reformasi system kelembagaan dan aparatur pemerintahan desa melalui penciptaan etos kerja berbasis prestasi.
2. Evaluasi menyeluruh terhadap segala bentuk peraturan-peraturan desa yang tidak berorientasi kepada kualitas pelayanan dan kesehjateraan rakyat.
3. Melakukan penyegaran terhadap aparatur desa dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat.
4. Meningkatkan pengawasan total terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan pemerintahan termasuk di dalamnya kegiatan yang di danai oleh negara dan masyarakat.
5. Perbaikan sarana dan prasarana pemerintahan desa.

b. Bidang Perekonomian
1. Mendorong terbentuknya lapangan kerja lapangan kerja pada sektor-sektor produktif masyarakat seperti pertanian, perkebunan peternakan, perikanan, pariwisata, industri kecil dan rumah tangga, serta usaha lainnya yang dapat meningkatan pendapatan masyarakat.
2. Membuka seluas-luasnya kemitraan sejajar dengan pihak lain dalam upaya meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.
3. Meningkatkan sarana dan prasarana wilayah yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

c. Bidang Kesejahteraan Sosial
1. Meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan balita melalui revitalisasi posyandu.
2. Membina lembaga Kepemudaan dan Keagamaan.
3. Mengupayakan akses seluas-luasnya bagi masyarakat, baik pendidikan dasar maupun menengah.
4. Membentuk kelompok partisipatif masyarakat yang berbasis pada kesamaan kepentingan.
5. Melakukan rintisan pembentukan taman bacaan, perpustakaan desa dan layanan internet untuk merangsang minat baca masyarakat.
6. Meningkatkan kualitas infrastruktur desa yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat, alami dan lestari.
(Sumber: RKPDes 2017)

Wilayah Adat Kalotok
Wilayah Adat Kalotok terletak di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara yang terdiri atas 2 (dua) Desa yakni Desa Kalotok dan Desa Pompaniki. Diperkuat dengan adanya Kelembagaan Adat Kalotok yang diatur dalam Perdes Bersama Desa Kalotok dan Desa Pompaniki No.1 Tahun 2014 Tentang Pemberdayaan Pelestraian Pengembangan Adat Istiadat dan Lembaga Adat Kalotok. Saat ini komunitas Kalotok mayoritas di kedua desa tersebut yang statusnya desa definitif.

Dalam perjalanan panjang kelembagaan Adat Kalotok, dibawah naungan Opu Lembang Rongkong yang berdomisili di Tarue, Wilayah Adat Kalotok pernah digabungkan dengan Wilayah Adat Siteba. Akibat penggabungan tersebut, hubungan masyarakat Adat Kalotok dan masyarakat Adat Siteba terjalin dengan sangat baik, tidak hanya dalam hal kerjasama, juga dalam hal kekeluargaan, perasaan senasib dan sepenanggungan. Hubungan keduanya yang begitu kuat sehingga dikenal komitmen di masyaraan bahwa: “Kalotok adalah Ibu, dan Siteba adalah Bapak” atau dalam bahasa lokalnya masyarakat biasa menyebutnya “ Indo Kalotok – Ambe Siteba”.

Komitmen dan kebersamaan masyarakat Adat Kalotok dan Siteba betul-betul menjadi habitus hingga saat ini. Hal tersebut dapat dilihat ketika ada persoalan ataupun kesalah-pahaman antar remaja dari dua wilayah adat tersebut, maka “Kalotok adalah Ibu, dan Siteba adalah Bapak” masih menjadi jawaban dan solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang ada. Komitmen ini menjadi mengingat atau perekat bagi masyarakat adat Siteba dan Kalotok.

Dalam berbagai proses selanjutnya hingga kemudian kerajaan Luwu masuk dalam peralihan pemerintah Kolonial Belanda (abad ke-20), wilayah adat Siteba secara administrative masuk di wilayah Walenrang sehingga ditetapkan Saluampak menjadi batas wilayah Kalotok dengan Walenrang.

Batas-batas Alam Wilayah Adat Kalotok  
Wilayah Adat Kalotok dahulu berbatasan di bagian utara dengan Wilayah Adat Buangin (sekarang meliputi Desa Dandang di sungai Pong Lumbaja, dibagian timur berbatasan dengan Wilayah Adat Malangke (Lawewe, dulu pernah masuk wilayah Adat Kalotok-Pompaniki) namun sekarang masuk wilayah Baebunta. Di sebelah selatan berbatasan dengan wilayah adat Pongko Kecamatan Lamasi (Saluampak) sekaligus sebagai batas kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu. Kemudian di sebelah barat, Wilayah Adat Kalotok berbatasan dengan Wilayah Adat Pongko, Siteba’ membelok ke utara berbatasan dengan Salu Paku, Desa Tandung ke timur Desa Pararra.

Tapal batas tiap wilayah pada umumnya ditandai dengan batas alam, dalam bahasa lokal masyarakat Adat Kalotok berbunyi: “Lurokko wai batasna tau, lumai wai wilayah ta” (jika air mengalir kesana maka itu wilayah orang, jika air mengalir kemari, maka itu wilayah kita). Penandaan batas tersebut telah disepakati untuk penandaan batas Wilayah Adat Kalotok dengan wilayah di sekitarnya.

Penetapan batas alam tersebut menyatakan bahwa:
Apabila air dari puncak jatuhnya ke utara, berarti wilayah tersebut adalah wilayah Tandung. Jika aliran sungai mengalir ke Lena’- Pararra, maka wilayah tersebut adalah Pararra. Dan apabila airnya jatuh ke Tanangkai, berarti wilayah tersebut sudah masuk wilayah Buangin. Tapi jika airnya mengalir ke anak sungai induk hulu sungai Ponglumbaja, maka wilayah itu adalah wilayah Dandang. Jika air sungai mengalir ke selatan, dan mengalir ke sungai Bebesuk, sungai Saluampak, berarti wilayah tersebut adalah wilayah Adat Kalotok.

Batas-batas wilayah tersebut masih dipatuhi dan belum berubah sampai saat ini, karena belum pernah dibicarakan baik melalui kelembagaan adat masing-masing, maupun melalui pemerintah desa atau kecamatan (khusus wilayah bagian Sarat Kalotok atau Wilayah Pegunungan), namun wilayah Kalotok bagian timur, hampir seluruhnya telah berubah karena adanya pemekaran desa.

Susunan  Pejabat Lembaga Adat Kalotok                                                                                                     

 

(Sumber: Sejarah dan Profil Wilayah Adat Kalotok)

 

 

 

 

Facebook Comments